Tapi pedagang baru sekarang diminta uang lapak.
BACA JUGA:Maklor Zainal, Camilan Kaki Lima Yang Banyak di Serbu Anak-anak
BACA JUGA:Minuman Tok-tok Drink Premium, Minuman Ala Cafe Kaki Lima di Lubuklinggau
Besarannya variasi dari Rp 500.000 hingga Rp 1 juta lebih.
"Kalau kami dulu tidak diminta uang lapak. Tapi pedagang baru sekarang diminta uang lapak," akunya.
Udin mengaku sangat bersyukur Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghapuskan pungutan kepada pedagang.
Ia berharap kebijakan Wali Kota Lubuk Linggau tersebut tidak hanya saat ini saja tapi seterusnya.
BACA JUGA:Toko Jam Tangan Ari, Kualitas Bintang Lima Harga Kaki Lima
BACA JUGA:Yuk Intip Resep Es Cendol Ala Jajanan Kaki Lima Khas Malang
Kalau retribusi resmi menurutnya tidak masalah. Pedagang tidak keberatan.
"Kami tidak keberatan kalau retribusi resmi hanya Rp 3.000 dan itu uangnya masuk kas daerah yang dapat digunakan untuk pembangunan," paparnya.
"Kami keberatan pungutan tidak resmi, karena memberatkan," paparnya
Ia menyatakan agar Pemkot Lubuk Linggau memasang spanduk atau pun plang tentang tidak ada pungutan di terhadap pedagang dan sertakan nomor ponsel pengaduan.
BACA JUGA:Jaga Stabilitas Harga Disperindag Mura Gelar Operasi Pasar
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Wali Kota Lubuk Linggau Minta Disperindag Kembali Adakan Operasi Pasar
"Kalau ada yang menarik pungutan liar melapor kemana, sebaiknya cantumkan nomor hp pengaduan sehingga memudahkan masyarakat untuk melapor," katanya menyarankan.